Banjir Genangi Sejumlah Wulayah Dumai, Drainase Tersembut Jadi Sorotan

Berita, Lingkungan112 Dilihat
banner 468x60

DUMAI – Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kota Dumai sejak Kamis hingga Jumat, 10–11 September 2026, menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki persoalan drainase dan aliran air.

Sejumlah kelurahan dilaporkan terdampak genangan, di antaranya Kelurahan Teluk Binjai, Buluh Kasap, STDI, Ratu Sima, serta beberapa wilayah lainnya.

banner 336x280

Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Dumai. Sejak banjir terjadi, Pemko Dumai melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik untuk mengetahui penyebab genangan sekaligus mempercepat proses surutnya air.

Dalam pemantauan lapangan yang dilakukan sejak Kamis hingga Sabtu, persoalan drainase menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah menemukan sejumlah saluran air yang tidak berfungsi secara optimal akibat tersumbat sampah, sedimentasi tanah, maupun material lain yang menghambat aliran.

Tidak hanya persoalan sumbatan, ditemukan pula sejumlah saluran drainase yang belum terkoneksi dengan baik. Sebagian saluran bahkan dilaporkan tertimbun tanah, sementara pada titik tertentu terdapat kawasan yang belum memiliki saluran drainase.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap lambatnya aliran air ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Air yang seharusnya segera dialirkan melalui jaringan drainase akhirnya tertahan dan menimbulkan genangan di sejumlah kawasan.

Untuk mempercepat penanganan, Pemko Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (LH), serta pemerintah kecamatan setempat melakukan pembersihan pada sejumlah saluran yang mengalami penyumbatan.

Tumpukan sampah dan material yang menghambat aliran air mulai dibersihkan agar kapasitas saluran dapat kembali berfungsi secara maksimal.

“Ditemukan banyak sekali sampah yang menyumbat drainase, sehingga aliran air tidak berjalan dengan optimal. Hal ini juga yang disinyalir menjadi penyebab genangan air membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk segera surut,” ujar Fatoni dari Dinas PU.

Temuan tersebut sekaligus menjadi catatan penting dalam penanganan banjir di Kota Dumai. Persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan tingginya curah hujan, tetapi juga dipengaruhi kemampuan sistem drainase dalam menampung dan mengalirkan air secara cepat.

Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, turut memantau kondisi banjir di sejumlah titik sejak Kamis. Pemantauan dilakukan untuk memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan serta mengetahui titik-titik yang membutuhkan penanganan segera.

Fahmi menegaskan Pemko Dumai akan mengupayakan penanganan secara maksimal agar genangan dapat segera surut dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Namun, penanganan banjir menurutnya tidak cukup hanya dilakukan ketika genangan telah terjadi. Langkah antisipasi dan mitigasi perlu diperkuat untuk mencegah persoalan serupa terus berulang.

Selain penanganan darurat, Pemko Dumai juga akan melakukan langkah antisipasi dengan memastikan jaringan drainase dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan memiliki konektivitas yang baik.

Evaluasi terhadap saluran yang tersumbat, tertimbun, maupun belum terkoneksi menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Pemeliharaan drainase secara berkala juga dinilai diperlukan agar saluran tidak kembali kehilangan kapasitas ketika hujan deras terjadi.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Dumai menjadi pengingat bahwa persoalan drainase membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Pembersihan sampah memang menjadi langkah cepat di lapangan, tetapi pembenahan konektivitas jaringan, sedimentasi, kapasitas saluran, serta pembangunan drainase di kawasan yang belum terlayani menjadi pekerjaan jangka panjang yang perlu mendapat perhatian serius.

Dengan curah hujan tinggi yang berpotensi kembali terjadi, efektivitas sistem drainase menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan air dapat segera dialirkan dan genangan tidak berlangsung terlalu lama.

banner 336x280