Kategori: Pendidikan

  • Mahasiswa KKN IAI Padang Lawas Sambangi Camat Barumun Selatan, Bangun Sinergi untuk Pengabdian Masyarakat

    PADANG LAWAS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Padang Lawas mengawali rangkaian pengabdian masyarakat dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Camat Barumun Selatan, Rabu (13/8/2026).

    Kunjungan tersebut menjadi langkah awal mahasiswa untuk membangun komunikasi, memperkenalkan diri, sekaligus menjalin sinergi dengan pemerintah kecamatan selama pelaksanaan KKN di wilayah Barumun Selatan, khususnya Desa Sidomulyo.

    Disambut Hangat Camat Barumun Selatan

    Kedatangan mahasiswa KKN IAI Padang Lawas disambut langsung oleh Camat Barumun Selatan, Ali Basri Nasution, S.Pd., bersama Ketua TP-PKK Barumun Selatan, Ny. Ali Basri Nasution.

    Ali Basri menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN dan berharap keberadaan mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

    “Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa IAI Padang Lawas. Semoga kegiatan KKN ini dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Ali Basri.

    Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater serta menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab.

    “Saya berharap KKN IAI Padang Lawas dapat memberikan kebaikan kepada masyarakat dan membawa nama baik almamater IAI Padang Lawas. Berbuatlah untuk kemaslahatan umat, capai cita-cita sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai mahasiswa yang berbakat dan berjiwa satria,” tegasnya.

    Petakan Potensi dan Kebutuhan Masyarakat

    Sementara itu, Ketua Kelompok KKN Desa Sidomulyo, Syukur Halomoan Harahap, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan pihak kecamatan.

    Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kondisi wilayah serta dinamika kehidupan masyarakat di Desa Sidomulyo.

    “Kegiatan ini merupakan tahap awal untuk membangun komunikasi, mengenal lebih dekat kondisi wilayah, serta memetakan potensi dan permasalahan yang ada di masyarakat,” jelas Syukur.

    Ia mengatakan, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga ingin memberikan kontribusi nyata selama berada di tengah masyarakat.

    “Kami datang tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk mengabdi dan berbagi. Harapannya, kami bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat selama berada di sini,” ujarnya.

    Awali Pengabdian dengan Sinergi

    Setelah sesi perkenalan dan diskusi, kegiatan ditutup dengan foto bersama di depan Kantor Camat Barumun Selatan.

    Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN IAI Padang Lawas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat.

    Dengan dimulainya komunikasi tersebut, mahasiswa KKN IAI Padang Lawas diharapkan mampu menjalankan program kerja secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    KKN pun tidak sekadar menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa.

    (ASWIN)

  • Apical Dorong Literasi dan Numerasi Siswa, 17 SD di Sungai Sembilan Bersaing Dalam Lomba Cerdas Cermat

    DUMAI– Upaya mendorong budaya belajar dan meningkatkan kemampuan literasi serta numerasi sejak usia dini terus dilakukan di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Salah satunya melalui Lomba Cerdas Cermat yang mempertemukan siswa dari 17 sekolah dasar di wilayah tersebut.

    Kegiatan yang digelar di Aula SDN 001 Lubuk Gaung, Kamis (6/8/2026), mendapat dukungan dari Apical sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam pengembangan pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

    Mengusung tema “Mengasah Literasi, Menguatkan Numerasi, Mencetak Generasi Berprestasi”, lomba dirancang bukan sekadar menguji kemampuan siswa dalam mengingat materi pelajaran, tetapi juga mendorong kemampuan memahami informasi, berpikir logis, bernalar, serta memecahkan persoalan.

    17 Sekolah Dasar Adu Kemampuan

    Sebanyak 17 sekolah dasar ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta mengikuti perlombaan dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung sportivitas dan kerja sama.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi para siswa untuk membangun keberanian tampil di depan umum. Tantangan menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat menuntut peserta untuk mengandalkan pengetahuan sekaligus kemampuan berpikir kritis.

    Dalam pelaksanaannya, Apical berkolaborasi dengan Tanoto Foundation dalam penyusunan materi dan pertanyaan lomba. Kolaborasi tersebut dilakukan agar soal yang diberikan sesuai dengan tingkat pendidikan peserta sekaligus mampu mengasah aspek literasi, numerasi dan penalaran.

    Apical: Pendidikan Fondasi Kualitas Generasi

    CSR Manager Apical, Agus Wiastono, mengatakan dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat masyarakat di sekitar wilayah operasional sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah secara berkelanjutan.

    “Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas generasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan semangat belajar sejak dini,” ujar Agus.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, sekolah, guru pendamping dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan.

    Menurutnya, keberhasilan kegiatan pendidikan tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi antara dunia usaha, sekolah, pemerintah, guru, orang tua dan masyarakat.

    Kemenangan Jadi Pemantik Semangat Belajar

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang perlombaan. Bagi sebagian siswa, kompetisi tersebut bukan hanya tentang mengejar juara, tetapi juga menjadi pengalaman baru untuk belajar, berani tampil dan bekerja sama dengan rekan satu tim.

    Annisa Dea Aktari, Juara 1 Lomba Cerdas Cermat dari SD Negeri 009 Tanjung Penyembal, mengaku senang dapat mengikuti kompetisi tersebut.

    “Saya senang bisa ikut lomba ini dan bisa belajar bersama teman-teman. Waktu menang, saya senang sekali dan jadi lebih semangat untuk belajar,” ujar Annisa.

    Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kompetisi akademik dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui pengalaman yang menyenangkan dan kompetitif.

    Pemko Dumai Apresiasi Kontribusi Dunia Usaha

    Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Staf Ahli Pemerintah Kota Dumai Bidang Politik dan Hukum, Hermanto Usman, S.Sos., M.S.I.

    Ia mengapresiasi kontribusi Apical dalam mendukung pembangunan, khususnya melalui program di bidang pendidikan.

    “Kegiatan seperti ini penting karena memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun semangat belajar sejak dini. Kami berharap kontribusi Apical di bidang pendidikan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah, tidak hanya di Kecamatan Sungai Sembilan, tetapi juga di wilayah lain di Kota Dumai,” ujar Hermanto.

    Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

    Lomba Cerdas Cermat tersebut menjadi bagian dari program Apical dalam menghadirkan dampak sosial yang bermakna bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    Upaya tersebut sejalan dengan filosofi bisnis 5Cs, khususnya Community dan Country, yang menempatkan penguatan masyarakat dan kontribusi terhadap pembangunan nasional sebagai bagian dari prinsip keberlanjutan perusahaan.

    Melalui program pendidikan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Apical berupaya menciptakan ruang belajar yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan akademik sekaligus karakter.

    Bagi para siswa di Sungai Sembilan, lomba tersebut bukan sekadar kompetisi untuk menentukan siapa yang menjadi juara.

    Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar, berani mencoba, berpikir kritis, serta menumbuhkan keyakinan bahwa prestasi dapat dibangun sejak bangku sekolah dasar.

  • Tingkatkan Kesadaran Hukum Bagi Generasi Muda, Kejajsaan Negeri Dumai Melaksanakan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMP Negeri 8 Kota Dumai

    DUMAI – Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Dumai melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah bertempat di SMP Negeri 8 Kota Dumai yang turut dihadiri oleh Kabid SMP Disdikbud Kota Dumai Ahmad Faisal Lubis, S.H. beserta Jajaran.

    Bahwa dalam kegiatan tersebut, Kasubsi 2 Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Dumai Tabah Santoso, S.H.,M.H bertindak sebagai narasumber menjelaskan materi tentang Remaja Hebat, Aktif, Kreatif, dan bebas dari Kenakalan.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai hukum, dampak negatif kenakalan remaja, serta langkah-langkah pencegahannya agar para pelajar tidak terjerumus ke dalam tindakan melanggar hukum.

    Narasumber menekankan pentingnya konsekuensi hukum yang ditimbulkan serta bagaimana peran aktif siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif serta terhindar dari segala bentuk tindakan kenakalan remaja.

    Kejaksaan Negeri Dumai berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergitas bersama stackholder terkait dalam memberikan penyuluhan serta pemahaman hukum khususnya di lingkungan pelajar agar menciptakan generasi yang taat hukum dan terhindar dari segala bentuk pelanggaran.

    Kejaksaan Negeri Dumai

  • 2 Putra Putri Terbaik Padang Lawas Lolos Paskibraka Provinsi Sumatera Utara

    PADANG LAWAS – Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan SE (PMA) resmi memberangkatkan 2 orang siswa terbaik Kabupaten Padang Lawas yang akan mewakili mengikuti Paskibraka Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dari kantor Bupati Padang Lawas. Selasa (04/08/26).

    Kedua siswa tersebut adalah:
    1. M. Khalil Gibran Padang dari SMAS Plus Taruna Bangsa
    2. Intan Permata Sari Dalimunthe dari MAN 1 Padang Lawas.

    Bupati PMA menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada 2 siswa terbaik Kabupaten Padang Lawas yang akan mengikuti Paskibraka Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.

    “Ananda berdua adalah putra-putri terbaik pilihan Padang Lawas. Tugas kalian tidak ringan. Kalian membawa nama Kabupaten Padang Lawas ke tingkat Provinsi,” ujar Bupati.

    Jaga disiplin dan kesehatan, ikuti semua pelatihan dengan sungguh-sungguh. Jaga nama baik daerah tunjukkan bahwa anak Padang Lawas punya mental, attitude, dan semangat juang tinggi. Dan jadilah teladan pulang nanti, bagikan ilmu dan pengalaman kepada adik-adik di sekolah, pesan Bupati.

    Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Lawas mendoakan dan mendukung penuh. Bawa pulang keberhasilan. Harumkan nama Kabupaten Padang Lawas “Tano Adat Digomgom Ibadat” di tingkat Provinsi, pungkas Bupati.

    Turut hadir Plt Kesbangpol Kabupaten Padang Lawas Parlindungan Hasibuan, S.Kom., M.M., guru, orang tua dan lainnya.
    (ASWIN)

  • Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Dumai, Lahan 9 Hektare Sudah Disiapkan dan Disurvei

    DUMAI – Harapan masyarakat Kota Dumai, khususnya keluarga kurang mampu, untuk memiliki Sekolah Rakyat semakin menunjukkan perkembangan.

    Program pendidikan dari pemerintah pusat tersebut diusulkan akan dibangun di Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.

    Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Dumai, Sekretaris Daerah Kota Dumai Fahmi Rizal bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) wilayah Riau telah melakukan peninjauan sekaligus survei ke lokasi yang dipersiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Bukit Kapur.

    Kepala Dinas Sosial Kota Dumai, Hermiyati mengungkapkan, saat ini proses pembangunan Sekolah Rakyat masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan administrasi.

    Meski demikian, survei lapangan telah dilakukan oleh tim dari Kementerian PU sebagai bagian dari proses penilaian kelayakan lokasi.

    “Untuk lahannya sudah Pemko Dumai siapkan sekitar 9 hektare di Kecamatan Bukit Kapur. Saat ini kami masih menunggu arahan dari Kementerian PU terkait administrasi yang harus dilengkapi, termasuk hasil dari peninjauan lokasi yang telah dilakukan,”

    Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat sangat penting bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi.

    Ia menambahkan, Wali Kota Dumai H. Paisal juga telah menginstruksikan seluruh pihak terkait agar terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat, demi mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Dumai.

    “Harapan kami, pada tahun 2026 ini sudah ada kepastian mengenai pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Dumai. Pemerintah daerah siap melengkapi seluruh dokumen administrasi yang dibutuhkan agar proses ini dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya

    Ia berharap dalam waktu dekat pemerintah pusat dapat memberikan kepastian mengenai tahapan selanjutnya sehingga pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Dumai dapat segera direalisasikan.

    “Program ini sangat dinantikan masyarakat Dumai. Bapak Wali Kota juga terus menginstruksikan agar proses pembangunan Sekolah Rakyat benar-benar dikawal dan ditindaklanjuti.

    Kehadiran sekolah ini akan memberikan manfaat besar, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas,” pungkasnya.

    #sekolahrakyat #dumai #riau semua orang

  • H. Abdul Kasim, SH: Pengadaan Seragam Sekolah SMA/SMK Harus Diserahkan kepada Wali Murid

    PEKANBARU  – Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Abdul Kasim, SH, menyampaikan imbauan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar pengadaan seragam sekolah bagi peserta didik tingkat SMA, SMK, dan sederajat tidak lagi dilaksanakan melalui sekolah, melainkan diserahkan sepenuhnya kepada orang tua atau wali murid.

    Menurut H. Abdul Kasim, kebijakan tersebut merupakan langkah untuk memberikan keleluasaan kepada masyarakat dalam menentukan tempat pembelian seragam sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing, sekaligus menghindari adanya kesan bahwa orang tua diwajibkan membeli seragam melalui sekolah.

    "Orang tua lebih mengetahui kondisi ekonomi keluarganya. Karena itu, pembelian seragam hendaknya menjadi hak dan pilihan wali murid, bukan diarahkan atau diwajibkan melalui sekolah," ujar H. Abdul Kasim kepada riau-24.com/, melalui pesan singkat whatsapp. Sabtu (11/07/2026).

    Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar menerbitkan kebijakan atau surat edaran yang tegas kepada seluruh SMA, SMK, dan sekolah sederajat di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Riau agar tidak melakukan penjualan, pengadaan, maupun mengarahkan pembelian seragam melalui sekolah.

    Menurutnya, sekolah harus fokus menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan yang meningkatkan mutu pembelajaran, membentuk karakter peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan berkualitas.

    Selain itu, H. Abdul Kasim juga meminta seluruh Komite Sekolah menjalankan fungsi pengawasan secara profesional dan independen.

    "Komite sekolah harus memastikan tidak ada kebijakan ataupun praktik yang mengarahkan wali murid untuk membeli seragam melalui sekolah. Komite harus hadir sebagai pengawas yang melindungi kepentingan orang tua dan peserta didik, sehingga pembelian seragam benar-benar diserahkan kepada wali murid sesuai kemampuan ekonomi masing-masing," tegasnya.

    H. Abdul Kasim menilai bahwa transparansi dalam pengadaan seragam sekolah merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pendidikan yang bersih, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.

    Ia berharap Dinas Pendidikan Provinsi Riau dapat mengambil langkah yang tegas agar tidak ada lagi sekolah yang mewajibkan atau mengoordinasikan pembelian seragam melalui sekolah.

    Dengan demikian, masyarakat memperoleh kebebasan memilih kualitas, harga, dan tempat pembelian sesuai kebutuhan serta kemampuan ekonomi keluarga.

    DPRD Provinsi Riau melalui Komisi V akan terus mendorong kebijakan pendidikan yang berorientasi pada kepentingan peserta didik dan memberikan perlindungan kepada orang tua dari praktik-praktik yang berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat.

  • Laskar RMRB Kota Dumai Mensinyalir Sekolah SMA dan SMK di Kota Dumai Masih Banyak Memberatkan Wali Murid

    DUMAI – Penerimaan Murid baru di Tahun ajaran 2026/2027 di kota Dumai SMA dan SMK masih menyisakan pilu bagi orang tua yang ingin anaknya melanjutkan pendidikan di tingkat Menengah Atas,pasalnya beberapa laporan dari wali murid pengadaan perlengkapan pakaian masih terlalu tinggi.Jumat,10/07/2026.

    Laporan dari warga Masyarakat yang turut anaknya mendaftar di sekolah lanjutan tingkat atas yang namanya tidak ingin di sebut menceritakan ke tim redaksi media ini,ia menyampaikan rata rata keluhan orang tua murid hampir sama di setiap mendengar perbincangan perlengkapan sekolah,ujarnya.

    Namun dari investigasi yang di lakukan tim media dilapangan beberapa hari yang lalu pihak sekolah terkadang tidak mau mendengar masukan dari para pihak termasuk dari peserta wali murid,karena tingginya biaya pakaian yang sudah di tentukan pihak sekolah namun tidak melibatkan orang tua murid mengambil keputusan tersebut,dan tidak mendengar usulan dari orang tua murid saat di undang rapat.

    Dugaan ini muncul ketika pihak sekolah dan mitra penjahit seolah olah ada permainan bisnis mengambil keuntungan dari pengadaan pakaian baju sekolah tersebut.dari informasi yang di peroleh media rata rata SMA dan SMK di kota Dumai persatu murid di kenakan biaya antara 2 jt – 2,1 jt dan ini kalau di hitung dari harga per satu stel baju sungguh di luar nalar khusus bagi keluarga yang kurang mampu dan di tambah wajib panjar separuh di tukang jahit kalau tidak ada uang separuh dari harga tersebut,kita tidak akan di layani penjahit bajunya.

    Turut juga di minta tanggapan dari ketua pengurus Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu kota Dumai (DPC Laskar RMRB) yakni Ahmad Rajali.ia menanggapi apa yang telah terjadi di tengah masyarakat saat ini sangat masuk akal dan wajar saja wali murid keberatan dengan biaya tersebut,tuturnya.
    Ia menyampaikan ke media ini agar kiranya pihak sekolah dan komite sekolah SMA/SMK janganlah terlalu memberatkan orang tua murid dalam hal pengadaan pakaian baju sekolah anak di tahun ajaran baru ini lanjutnya.

    Kami berharap dari LSM Laskar RMRB kota Dumai agar tetap mempertimbangkan kembali keluhan warga Masyarakat saat ini.Pengurus DPC Laskar RMRB Kota Dumai dan DPW RMRB Provinsi Riau berencana akan menyurati kepala Dinas pendidikan Provinsi Riau di Pekanbaru perihal pengaduan masyarakat ini,tutupnya.

    Terkait masalah perlengkapan baju sekolah, Plt Gubernur Riau Bapak Sf Harianto sudah memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak sekolah ataupun para kepala sekolah SMA/SMK di propinsi Riau supaya jangan terlalu mengambil keuntungan dari wali murid, dalam pidatonya beberapa kali di media dan televisi kemarin,kalau Kepala sekolah tidak ingin mendapat masalah jangan coba coba mencari ke untungan dari pengadaan baju seragam sekolah,ujarnya kemarin.

    Sekiranya ada yang merasa keberatan dengan pemberitaan ini silahkan berikan hak jawab,sesui UU Jurnalis No 40 Tahun 1999.

    TIM.

  • Apical Perkuat Komitmen Pengembangan Masyarakat Melalui Berbagai Program Berkelanjutan

    DUMAI – Apical melalui Unit Operasi Dumai, PT Sari Dumai Sejati (SDS), dan PT Sari Dumai Oleo (SDO), terus memperkuat komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata di sekitar wilayah operasional.

    Sepanjang awal tahun 2026, perusahaan menghadirkan beragam inisiatif yang mencakup pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, pengembangan lingkungan, hingga kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya membangun komunitas yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

    Komitmen tersebut sejalan dengan filosofi bisnis 5Cs yang menjadi landasan Apical. Head of General Affairs Apical Dumai, M. Jaya Budi Arsa, menegaskan bahwa setiap inisiatif perusahaan berangkat dari keyakinan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan berdampingan dengan kemajuan masyarakat.

    “Kami percaya bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat. Filosofi bisnis 5Cs menjadi pedoman kami untuk selalu melakukan hal yang baik bagi community, country, climate, dan customer, karena kami meyakini bahwa ketika keempat aspek tersebut berkembang, perusahaan pun akan ikut bertumbuh.”

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai bidang. Di sektor pemberdayaan ekonomi, Apical meresmikan Rumah FABA Kreasi Muda di Kelurahan Lubuk Gaung pada Februari lalu. Fasilitas ini memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), material non-B3 hasil pembangkit tenaga listrik milik Apical, sebagai bahan baku substitusi untuk memproduksi batako dan paving block. Selain mendorong penerapan ekonomi sirkular, inisiatif ini juga membuka peluang kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat.

    Di bidang pengembangan sumber daya manusia, perusahaan turut menghadirkan program di sektor kesehatan dan pendidikan. Pada Januari 2026, SDS menyelenggarakan Pelatihan Kader Posyandu se-Kecamatan Sungai Sembilan yang diikuti oleh 29 kader dari 29 Posyandu untuk memperkuat kapasitas kader dalam mendukung pencegahan stunting.

    Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui penyaluran ratusan buku bacaan kepada SDN 05 Kelurahan Lubuk Gaung pada April 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan minat baca di kalangan pelajar.

    Tidak hanya berfokus pada pengembangan masyarakat, perusahaan juga berupaya meningkatkan kualitas lingkungan sekitar. Melalui SDS, Apical melaksanakan normalisasi saluran drainase sepanjang sekitar tiga kilometer di wilayah RT 05, RT 06, dan RT 07 Kelurahan Lubuk Gaung pada Mei 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air sehingga aliran menjadi lebih lancar, membantu meminimalkan potensi genangan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata bagi masyarakat.

    Semangat untuk tumbuh bersama masyarakat juga tercermin melalui berbagai program sosial yang dilaksanakan pada momen-momen penting. Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, SDO dan SDS menyalurkan 1.247 paket sembako kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

    Kebersamaan tersebut kemudian berlanjut pada perayaan Idul Adha melalui penyaluran empat ekor sapi kurban kepada masjid, musala, dan masyarakat di Kelurahan Lubuk Gaung sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.

    Ke depan, Apical melalui Unit Operasi Dumai, PT Sari Dumai Sejati (SDS), dan PT Sari Dumai Oleo (SDO), akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata. Dengan semangat bertumbuh bersama, perusahaan berharap setiap inisiatif yang dijalankan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan komunitas yang semakin mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

  • 10  SMA Terbaik di Dumai 2026 Resmi Dirilis Puspresnas

    10 SMA Terbaik di Dumai 2026 Resmi Dirilis Puspresnas

    DUMAI – Peta prestasi pendidikan tingkat SMA di Kota Dumai kembali mencuri perhatian. Berdasarkan data Puspresnas tahun 2026, sejumlah sekolah menunjukkan capaian gemilang dalam berbagai ajang kompetisi, baik akademik maupun non-akademik.

    Dalam daftar tersebut, SMA IT Plus Bazma Brilliant berhasil menempati posisi pertama dengan torehan 95 prestasi. Disusul SMAS Santo Tarcisius di peringkat kedua dengan 92 prestasi. Sementara itu, SMAN 1 Dumai berhasil mengukuhkan diri di posisi ketiga dengan raihan 82 prestasi, mempertegas konsistensinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Dumai.

    Posisi berikutnya ditempati SMAN Binsus Kota Dumai dengan 64 prestasi, SMAN 2 Dumai (58 prestasi), SMAN 3 Dumai (15 prestasi), SMAN 5 Dumai (11 prestasi), SMAS YKPP Dumai (11 prestasi), SMA Negeri 7 Dumai (6 prestasi), dan MAN 1 Kota Dumai dengan 5 prestasi.

    Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah-sekolah di Dumai terus berbenah dan berkompetisi secara sehat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tidak hanya berfokus pada akademik, pengembangan bakat dan minat siswa juga menjadi perhatian utama.

    Ketua MKKS SMA Kota Dumai, Rafles S.Pd, menyampaikan harapannya agar capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh sekolah untuk terus berkembang.

    “Mudah-mudahan ini akan menginspirasi sekolah-sekolah lainnya untuk terus berprestasi. Dan terus melakukan pembinaan serta pengembangan potensi minat dan bakat peserta didik di sekolah masing-masing,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan pentingnya peran sekolah dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas.“Dengan harapan, Generasi Emas yang berkualitas, unggul, bertanggung jawab serta berdaya saing nantinya akan terwujud,” tambah Rafles.

    Dengan capaian ini, Kota Dumai semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berprestasi dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Prestasi hari ini pun diharapkan menjadi inspirasi besar untuk masa depan pendidikan yang lebih gemilang.

  • Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis

    Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis

    BENGKALIS – Tim dosen Jurusan Sosiologi Universitas Riau melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyasar siswa sekolah dasar di wilayah pesisir sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Kegiatan ini berlangsung di SDN 3 Rupat Utara, Desa Teluk Rhu, pada Sabtu (24/04/2026), dengan melibatkan 47 siswa kelas VI.

    ‎kegiatan pengbdian ini langsung dipimpin oleh Rina Susanti, S.Sos., M.Si., yang memiliki fokus kajian pada Sosiologi Lingkungan dan Kebencanaan, turut bergabung juga dalam tim pengabdian yakni Dr. Dian Kurnia Anggreta, S.Sos., M.Si., Drs. Yoskar Kadarisman, serta Yusuf Krisman Gea, S.Tr.Sos., M.Kesos., dengan dukungan lima mahasiswa.

    ‎Pemilihan SDN 3 Rupat Utara sebagai mitra didasarkan pada letaknya yang berada di kawasan pesisir Desa Teluk Rhu. Sekaligus dikenal dengan Desa Wisata dengan daya Tarik pesisir dan pantai. Kondisi ini, dinilai strategis untuk membangun kesadaran ekologis pada generasi muda yang hidup berdampingan langsung dengan ekosistem laut.

    ‎”Anak-anak pesisir memiliki kedekatan yang kuat dengan laut dan pantai. Penting membentuk pemahaman dan kepedulian mereka sejak dini agar mampu menjaga lingkungan sebagai ruang hidup, Terutama dari permasalahan sampah yang menjadi persoalan lingkungan saat ini” ujar Rina Susanti di sela kegiatan.

    ‎Kegiatan pengabdian ini dikemas secara interaktif dan partisipatif. Rangkaian acara dimulai dengan penyampaian materi di dalam kelas mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, jenis dan bahaya sampah bagi laut dan pantai, dilanjutkan dengan permainan edukatif berupa tebak jenis sampah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang klasifikasi limbah. Kegiatan kemudian ditutup dengan aksi bersih pantai dan praktik langsung memilah sampah disepanjang pantai desa Teluk Rhu.

    ‎Pendekatan ini bertujuan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kebiasaan positif siswa dalam menjaga lingkungan. Antusiasme siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama saat terlibat dalam permainan dan aksi lapangan.

    ‎Kepala SDN 3 Rupat Utara, Warni Arfian, S.Pd.SD., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai memberi manfaat nyata bagi siswa, khususnya mereka yang tinggal di kawasan pesisir yang kian menghadapi persoalan sampah. Ia juga berharap kerja sama serupa dapat berlanjut dengan melibatkan para guru sebagai sasaran berikutnya.

    ‎“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Anak-anak antusias karena mendapatkan pengetahuan langsung dari dosen Universitas Riau, selain dari guru nya di sekolah. Mereka juga senang bisa terlibat dalam aksi di pantai, mengumpulkan dan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Pemahaman siswa kami semakin kuat. Ke depan, kami berharap ada program lanjutan yang juga menyasar guru, mengingat pentingnya pembinaan berkelanjutan dalam pendidikan lingkungan,” ujarnya.

    ‎Melalui kegiatan ini, Dosen Jurusan Sosiologi Universitas Riau menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada kebutuhan dan potensi lokal. Edukasi lingkungan di wilayah pesisir diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan ekosistem laut, terutama di Provinsi Riau yang memiliki bentang pesisir luas dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.