Dermaga Desa Baolu Runtuh Dihantam Kapal BBM, Praktisi Hukum Marwan S.H Soroti Respons Pemkab Tojo Una-Una!

Berita, peristiwa356 Dilihat
banner 468x60

TOJO UNA-UNA – Robohnya dermaga sandaran kapal di Desa Baolu, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Jumat, 14 Agustus 2026, menyisakan trauma bagi warga setempat.

Dermaga yang menjadi salah satu fasilitas penting bagi aktivitas masyarakat kepulauan itu dilaporkan mengalami kerusakan setelah dihantam kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melayani distribusi ke sejumlah wilayah, termasuk Malenge, Wakai dan sekitarnya.

banner 336x280

Peristiwa tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum, tetapi juga berdampak terhadap keselamatan penumpang, kerusakan barang bawaan serta aktivitas masyarakat.

Berdasarkan keterangan warga dan saksi mata, insiden terjadi ketika kapal pengangkut BBM berada di sekitar dermaga. Haluan kapal kemudian menghantam struktur dermaga hingga menyebabkan bagian bangunan roboh.

Situasi tersebut sempat membuat warga dan penumpang panik. Warga yang berada di lokasi kemudian berupaya melakukan penyelamatan terhadap penumpang, terutama perempuan dan anak-anak.

Dalam kondisi tersebut, seorang guru perempuan bernama Rahayu disebut sempat berada dalam situasi berbahaya setelah kakinya tertahan reruntuhan atap dermaga.

Warga kemudian berupaya mengevakuasi Rahayu dari reruntuhan.

Menurut keterangan warga, awak kapal disebut tidak turun untuk membantu proses pertolongan terhadap korban yang tertimpa reruntuhan tersebut.

Keterangan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak kapal untuk mendapatkan penjelasan dan pemberitaan yang berimbang.

Selain kerusakan dermaga, sejumlah barang milik penumpang dilaporkan ikut terdampak dalam kejadian tersebut.

Barang-barang rumah tangga seperti piring dan wadah makanan disebut mengalami kerusakan. Bahkan sejumlah perlengkapan kegiatan Pramuka milik guru dan siswa serta peralatan memasak dilaporkan tidak dapat diselamatkan.

Kondisi tersebut menambah kerugian yang dirasakan masyarakat akibat insiden robohnya dermaga.

Bagi warga kepulauan, dermaga bukan sekadar tempat sandaran kapal, tetapi menjadi bagian penting dari aktivitas transportasi, distribusi barang, pendidikan, perdagangan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Praktisi Hukum Tojo Una-Una, Marwan, S.H., menyoroti kejadian tersebut dan mendesak Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una serta aparat penegak hukum agar segera memberikan perhatian terhadap insiden tersebut.

Marwan menilai persoalan keselamatan masyarakat dan kondisi infrastruktur publik tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Sudah berapa kali dermaga rusak, berapa kali warga terluka, tapi belum ada satu orang pun dari pemerintah daerah yang memperhatikan secara serius,” tegas Marwan.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan fasilitas publik yang digunakan masyarakat berada dalam kondisi aman dan layak.

Ia juga meminta agar insiden tersebut tidak hanya dilihat sebagai persoalan kerusakan bangunan, tetapi perlu ditelusuri secara menyeluruh, termasuk mengenai kronologi benturan kapal, kondisi konstruksi dermaga, prosedur keselamatan serta kerugian yang dialami masyarakat.

Marwan mendesak agar pihak-pihak terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut.

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran terhadap prosedur keselamatan pelayaran maupun ketentuan lainnya, menurutnya pihak yang terbukti bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

Namun, Marwan menegaskan bahwa dugaan kelalaian tidak boleh langsung menjadi kesimpulan sebelum dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan secara objektif.

“Semua harus dibuktikan melalui proses hukum. Yang paling penting sekarang adalah pemerintah dan aparat turun langsung melihat kondisi di lapangan serta memastikan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Warga Menunggu Langkah Pemerintah.

Ahmad Tuliabu

banner 336x280