Jalan Penghubung Antar-Desa di Tasik Putri Puyu Rusak Parah, Warga Minta Bupati Meranti Turun Tangan

Berita, Pemerintahan333 Dilihat
banner 468x60

MERANTI – Kondisi jalan penghubung sejumlah desa di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, kembali menjadi sorotan. Kerusakan jalan yang cukup parah disebut telah menyulitkan mobilitas warga, bahkan berdampak terhadap akses pelayanan kesehatan.

Keluhan itu disampaikan warga kepada Bupati Kepulauan Meranti, AKBP H. Asmar, dengan harapan pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata memperbaiki akses vital yang menghubungkan antardesa tersebut.

banner 336x280

Warga menyebut kerusakan terjadi pada ruas jalan yang menjadi penghubung Desa Dedap, Desa Mekar Delima, Desa Putri Puyu, hingga Desa Tanjung Padang.

Kondisi jalan yang rusak parah membuat kendaraan, termasuk ambulans, disebut mengalami kesulitan untuk melintas. Situasi tersebut menjadi persoalan serius ketika warga membutuhkan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat.

“Ambulans dari Dinas Kesehatan tidak bisa lewat. Kalau ada warga yang sakit, kami terpaksa memikulnya,” ungkap warga dalam aspirasi yang disampaikan kepada Bupati Kepulauan Meranti.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap Pemkab Kepulauan Meranti dapat segera melakukan perbaikan, khususnya melalui pembangunan atau semenisasi jalan sepanjang sekitar 100 meter pada titik yang dinilai paling membutuhkan penanganan.

Bagi warga, perbaikan jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut akses terhadap pelayanan dasar, terutama kesehatan, pendidikan, aktivitas ekonomi, serta mobilitas masyarakat antardesa.

Warga berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka juga meminta agar kondisi lapangan dapat ditinjau secara langsung sehingga kebutuhan perbaikan dapat dipetakan secara tepat.

“Kami yakin dan percaya Bapak Bupati pasti bisa berbuat sesuatu untuk jalan ini. Bapak adalah tempat kami mengadu sekaligus orang tua bagi masyarakat,” demikian harapan warga.

Masyarakat pun berharap pemerintah tidak hanya mendengar keluhan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret agar akses penghubung antardesa tersebut kembali layak dilalui.

banner 336x280