Kabut Asap Mengancam, Kasus ISPA di Bengkalis Terus Naik: Warga Diminta Waspada

Berita, Lingkungan195 Dilihat
banner 468x60

BENGKALIS – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Bengkalis. Di tengah kualitas udara yang terdampak asap, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkalis mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Imbauan tersebut menyusul adanya tren peningkatan kasus ISPA yang tercatat dalam beberapa hari terakhir.

banner 336x280

Data Dinkes Bengkalis menunjukkan, kasus ISPA tercatat 51 kasus pada 26 Agustus 2026, kemudian meningkat menjadi 63 kasus pada 27 Agustus, dan kembali naik menjadi 76 kasus pada 28 Agustus 2026

Meski peningkatan tersebut dinilai belum signifikan, tren kenaikan kasus di tengah kondisi kabut asap tetap menjadi sinyal agar masyarakat tidak menganggap remeh dampak Karhutla terhadap kesehatan.

Kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat. Paparan asap juga dapat berdampak terhadap sistem pernapasan, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan.

Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi kabut asap semakin pekat.

Bagi warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai juga dianjurkan sebagai salah satu langkah perlindungan diri.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk memperbanyak konsumsi air putih serta menjaga kondisi udara di dalam rumah agar tetap bersih dari paparan asap.

Dinkes juga mengingatkan agar perhatian lebih diberikan kepada anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu

Kelompok tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk dan paparan asap meningkat.

Masyarakat juga diminta tidak menunggu kondisi menjadi parah apabila mulai mengalami keluhan pada saluran pernapasan.

Jika muncul gangguan pernapasan yang semakin berat, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, masyarakat diminta terus memantau perkembangan kondisi kesehatan maupun informasi resmi dari petugas terkait kualitas udara dan penanganan Karhutla.

Sebab, persoalan Karhutla tidak berhenti pada titik api dan lahan yang terbakar. Ketika asap bergerak hingga ke kawasan permukiman, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama.

Sebab, ketika api membesar dan asap menyebar, bukan hanya hutan dan lahan yang terdampak—kesehatan masyarakat pun menjadi taruhannya.

banner 336x280