MEDAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Dumai mendapat kepercayaan untuk menjadi Koordinator Sekretariat pelaksanaan Business Matching Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) 2026 yang akan digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 8 September 2026.
Penunjukan tersebut berdasarkan surat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor B/KSE.04.02/103/D.II.M.EKON.3/08/2026 tertanggal 4 Agustus 2026.
Kepercayaan tersebut menempatkan Kadin Dumai pada posisi strategis dalam mempertemukan pelaku usaha dari tiga negara kawasan IMT-GT sekaligus mendorong terbentuknya peluang kerja sama dan transaksi bisnis lintas negara.
Ketua Kadin Dumai, Zulfan Ismaini, SH, mengatakan Business Matching IMT-GT 2026 ditargetkan kembali dihadiri ratusan pengusaha dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Target tahun ini tidak sekadar menghadirkan peserta dalam jumlah besar, tetapi juga meningkatkan nilai transaksi dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Target kita Business Matching tahun 2026 ini akan dihadiri ratusan pengusaha dari Indonesia, Malaysia dan Thailand, dan tentunya transaksi dengan jumlah yang lebih besar dari tahun sebelumnya,” ungkap Zulfan.
Pada pelaksanaan Business Matching 2025, sedikitnya 250 pengusaha dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand tercatat ambil bagian. Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan untuk mendorong pelaksanaan tahun ini agar menghasilkan koneksi bisnis dan transaksi yang lebih besar.
Zulfan menjelaskan, Business Matching tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan tingkat menteri IMT-GT.
Menurutnya, forum ini menjadi salah satu bentuk dukungan konkret pemerintah tiga negara dalam membuka ruang kolaborasi dunia usaha dan memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Business Matching ini dilaksanakan dalam rangkaian pertemuan tingkat menteri IMT-GT dan merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah tiga negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia, Malaysia dan Thailand,” jelasnya.
Keterlibatan pelaku usaha secara langsung dinilai penting agar kerja sama antarnegara tidak berhenti pada pertemuan antarpemerintah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis, investasi, perdagangan, dan perluasan pasar.
Business Matching IMT-GT 2026 juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Forum tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk memperluas jaringan usaha, menemukan mitra potensial, sekaligus mengenalkan produk ke pasar regional.
Bagi pelaku usaha daerah, forum semacam ini menjadi kesempatan untuk keluar dari pasar domestik dan membangun hubungan bisnis yang lebih luas di kawasan Asia Tenggar.
Pemilihan Kota Medan sebagai lokasi pelaksanaan Business Matching juga dinilai memiliki nilai strategis dari sisi perdagangan dan konektivitas kawasan.
Sumatera Utara selama ini memiliki posisi penting sebagai salah satu pintu gerbang perdagangan di wilayah barat Indonesia, didukung keberadaan pelabuhan internasional serta sejumlah pelabuhan lainnya yang menopang aktivitas logistik dan perdagangan.
Dengan posisi geografis tersebut, Business Matching IMT-GT 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan pertemuan antarpelaku usaha, tetapi juga mampu membuka jalur perdagangan baru dan memperkuat konektivitas ekonomi antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Bagi Kadin Dumai, penunjukan sebagai Koordinator Sekretariat menjadi peluang sekaligus tanggung jawab untuk memastikan forum bisnis tiga negara tersebut berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi dunia usaha.
Kini tantangannya bukan sekadar menghadirkan ratusan pengusaha, tetapi memastikan pertemuan tersebut benar-benar berujung pada kerja sama dan transaksi bisnis yang terukur.













