Operasional Terganggu, PT Agro Murni Klaim Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Berita, peristiwa12 Dilihat
banner 468x60

DUMAI – PT Agro Murni menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah massa yang mengatasnamakan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Perusahaan menyebut aksi yang telah berlangsung selama dua hari tersebut mengganggu aktivitas operasional dan menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Humas PT Agro Murni, Aulia Kamaruzzaman, mengatakan kerugian yang dialami perusahaan bukan hanya terkait barang, tetapi juga akibat terganggunya berbagai aktivitas operasional yang berlangsung di area perusahaan.

banner 336x280

“Selama dua hari aksi berlangsung, PT Agro Murni mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Kerugian ini bukan hanya dari sisi barang, tetapi juga karena terganggunya aktivitas operasional perusahaan,” ujar Aulia, Jumat (02/09).

Menurut Aulia, saat ini PT Agro Murni hanya memiliki kerja sama dengan Koperasi Sungai Sembilan. Sementara untuk kegiatan operasional, perusahaan bekerja sama dengan RKI dan Koperasi Sungai Sembilan untuk aktivitas di darat.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini perusahaan tidak memiliki hubungan kerja sama dengan koperasi TKBM yang melakukan aksi. Namun demikian, massa aksi disebut melakukan upaya yang menghambat jalannya operasional perusahaan.

“PT Agro Murni saat ini hanya bekerja sama dengan Koperasi Sungai Sembilan. Untuk operasional di lapangan, vendor yang bekerja sama dengan perusahaan adalah RKI dan Koperasi Sungai Sembilan. Kami tidak memiliki kerja sama dengan koperasi TKBM yang melakukan aksi tersebut,” katanya.

Aulia menambahkan, aksi yang masih berlangsung tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga mengganggu masyarakat di sekitar kawasan industri karena menyebabkan terganggunya akses jalan dan aktivitas lainnya.

“Selain merugikan perusahaan, aksi ini juga berdampak kepada masyarakat sekitar kawasan perusahaan karena mengganggu jalan dan aktivitas yang ada di sekitar lokasi,” tambahnya.

Untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, pihak perusahaan mengaku telah meminta kepolisian untuk memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak yang terlibat. Di sisi lain, perusahaan juga telah melaporkan aksi tersebut karena dinilai mengganggu operasional dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Saat berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung. Pihak perusahaan berharap proses mediasi dapat segera dilakukan sehingga aktivitas operasional kembali berjalan normal dan permasalahan dapat diselesaikan melalui jalur komunikasi yang baik.

banner 336x280