PEKANBARU – Perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali ditegaskan melalui arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Kehadiran dan perhatian Presiden menjadi dorongan bagi pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla.
Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian, kepedulian, serta arahan langsung dalam penanganan bencana karhutla di wilayah Riau.
Arahan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan kejadian karhutla di tengah kondisi yang rawan.
Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti setiap arahan Presiden dengan melibatkan Forkopimda dan seluruh stakeholder terkait.
Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sekaligus melindungi lingkungan dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas perhatian, kepedulian dan juga arahan langsung dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau,” demikian disampaikan dalam pernyataan terkait penanganan karhutla.
Penanganan karhutla membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha hingga masyarakat.
Karena itu, tindak lanjut terhadap arahan Presiden diharapkan tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta edukasi kepada masyarakat.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, pemerintah berharap potensi karhutla di Riau dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, serta kualitas udara dapat diminimalkan.



















