Riau Nihil Karhutla, Satgas Tetap Siaga Cegah Titik Api Kembali Muncul

Berita15 Dilihat
banner 468x60

PEKANBARU – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Senin (5/10/2026), tidak terdapat karhutla aktif yang sedang ditangani di seluruh wilayah Riau.

Kondisi tersebut terjadi setelah hujan mulai turun hampir merata di sejumlah wilayah. Meski demikian, kabut asap masih terpantau menyelimuti beberapa daerah di Riau.

banner 336x280

Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, seluruh titik karhutla yang sebelumnya sempat terdeteksi di Riau telah berhasil dipadamkan.

“Kabut asap yang masih terlihat di sejumlah wilayah diduga berasal dari luar Riau. Pergerakan asap tersebut dipengaruhi kondisi kebakaran di wilayah lain serta arah angin yang membawanya melintasi Riau,” ujarnya.

Menurut Edy, kondisi nihil karhutla tidak berarti kesiapsiagaan diturunkan. Pemantauan tetap dilakukan, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dan kawasan gambut yang berpotensi kembali terbakar ketika kondisi cuaca berubah.

Personel gabungan juga tetap disiagakan untuk memastikan respons cepat dapat dilakukan apabila kembali ditemukan titik api.

Masyarakat diminta ikut menjaga kondisi tersebut dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan api.

“Pencegahan menjadi penting agar Riau dapat mempertahankan kondisi tanpa karhutla di tengah dinamika cuaca dan potensi kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera,” kata Edy.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan Polda Riau dan seluruh jajaran tetap melakukan langkah pencegahan meskipun saat ini tidak terdapat karhutla aktif.

Patroli pada wilayah rawan, pemantauan kondisi lahan serta koordinasi dengan unsur pemerintah daerah dan Satgas Karhutla tetap berjalan.

“Langkah tersebut dilakukan agar potensi munculnya api dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ujar Akmadi.

Polda Riau juga terus mendorong penguatan pencegahan hingga ke tingkat tapak. Salah satunya melalui pemetaan dan verifikasi infrastruktur pencegahan karhutla seperti sekat kanal, embung dan menara pantau di wilayah Polres jajaran sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi karhutla pada 2027.

Upaya tersebut menjadi bagian dari perubahan pola penanganan karhutla di Riau, dari pendekatan yang berorientasi pada pemadaman menuju penguatan mitigasi dan pencegahan sebelum kebakaran terjadi.

“Keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha dan seluruh unsur terkait menjadi kunci agar kebakaran tidak kembali muncul dan kualitas lingkungan tetap terjaga,” demikian Akmadi.

banner 336x280