Di Usia Senja, Veteran Siak Dapat Penghormatan, Sagu Hati Naik Jadi Rp5 Juta

Berita, pemerintah220 Dilihat
banner 468x60

SIAK – Di usia senja, pengabdian para veteran di Kabupaten Siak mendapat penghormatan khusus dari pemerintah daerah. Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Siak menaikkan sagu hati bagi veteran dan janda veteran menjadi Rp5 juta per orang, atau meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan sebelumnya.

Penghormatan tersebut diberikan saat Pemerintah Kabupaten Siak menggelar ramah tamah bersama Pengurus Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Angkatan 45, Pepabri, Wredatama, serta Warakawuri di Gedung Pendopo Datuk Empat Suku, Komplek Abdi Praja Rumah Rakyat, Ahad (16/8/2026).

banner 336x280

Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si, didampingi Wakil Bupati Syamsurizal, menyerahkan langsung sagu hati tersebut. Pemberian itu menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan masa muda demi bangsa dan negara.

Saat ini, Kabupaten Siak tercatat masih memiliki dua veteran yang hidup, yakni H. Darmawi Chan, Veteran Perdamaian NKRI, dan Paimin, Veteran Pembela Dwikora.

Selain itu, terdapat Sarinem, janda veteran pejuang kemerdekaan almarhum Markadi.

Sagu hati tersebut diberikan dua kali dalam setahun, masing-masing pada momentum HUT Kemerdekaan RI dan Hari Pahlawan Nasional. Kebijakan itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para veteran, khususnya di tengah kondisi fiskal daerah yang menghadapi berbagai tantangan.

Ketua PC LVRI Kabupaten Siak, H. Darmawi Chan, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah.

Menurutnya, ketika usia telah lanjut dan para veteran tidak lagi berada dalam usia produktif, penghormatan dari pemerintah menjadi sesuatu yang memiliki makna besar.

“Di masa senja kami yang sudah tidak produktif dan menua ini, kami merasa mendapatkan tempat dan penghormatan yang sangat tinggi dari pemerintah daerah,” kata Darmawi.

Baginya, perhatian tersebut bukan hanya dinilai dari besaran sagu hati yang diberikan, tetapi juga dari penghargaan terhadap sejarah perjuangan yang pernah dilalui para veteran.

Bupati Siak Afni mengatakan, perjuangan generasi saat ini memiliki bentuk yang berbeda dengan perjuangan para pendahulu.

Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, menurutnya, perjuangan hari ini diwujudkan melalui upaya menjaga hak masyarakat, mempertahankan kedaulatan daerah, serta memastikan pembangunan dan kesejahteraan dapat dirasakan secara adil.

“Perang hari ini bukan tentang angkat senjata, tetapi tentang kepercayaan negara kepada kita. Tidak ada kata lain selain NKRI harga mati,” tegas Afni dengan mata berkaca-kaca.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu menegaskan, memperjuangkan kepentingan daerah merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu.

Menurutnya, setiap daerah memiliki kebutuhan dan persoalan yang berbeda sehingga kebijakan pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Afni juga menginstruksikan jajaran Pemerintah Kabupaten Siak untuk memberantas praktik pungutan liar maupun setoran dalam pelayanan publik.

Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang bersih sekaligus memperjuangkan hak masyarakat Siak.

“Menyerah bukan pilihan. Kami akan tetap istiqomah menyuarakan hak rakyat seberapa besar pun ancaman yang datang,” ujarnya.

Bagi para veteran yang hadir, perhatian pemerintah daerah tersebut bukan sekadar persoalan bantuan materi.

Di usia senja, penghormatan itu menjadi pengingat bahwa pengorbanan dan perjuangan mereka tidak dilupakan.

Para veteran yang dahulu berjuang untuk mempertahankan bangsa dan negara kini mendapat apresiasi dari generasi yang menikmati hasil perjuangan tersebut dalam bentuk kemerdekaan dan pembangunan.

Peningkatan sagu hati menjadi Rp5 juta juga menjadi simbol bahwa pemerintah daerah berupaya memberikan penghargaan kepada para veteran, sekaligus menjaga agar kisah perjuangan mereka tetap mendapat tempat dalam ingatan generasi penerus.

banner 336x280