MBG Touna Disorot: Jangan Korbankan Keselamatan Anak

Berita, Kesehatan192 Dilihat
banner 468x60

TOJO UNA-UNA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menjadi sorotan setelah dilaporkan dua kasus dugaan gangguan kesehatan pada siswa dalam sepekan di lokasi berbeda.

Awak media mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terhadap keamanan pangan, kualitas bahan, kebersihan, proses pengolahan hingga distribusi makanan.

banner 336x280

Kasus pertama dilaporkan terjadi Jumat (4/9/2026) di SD 11 Ratolindo yang dilayani SPPG Sumoli. Sebanyak 10 siswa disebut mengalami mual, muntah, pusing dan sakit perut setelah mengonsumsi menu bakso. Dua siswa dilaporkan mendapat perawatan di RSUD Ampana. Sampel makanan kemudian dikirim ke Labkes Provinsi Sulawesi Tengah untuk pemeriksaan.

Kasus kedua dilaporkan terjadi Kamis (11/9/2026) di SD Desa Bahari, Kecamatan Tojo, yang disebut mendapatkan makanan dari SPPG Tojo. Sekitar 30 menit setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual, muntah dan pusing.

Siswa juga disebut mengeluhkan rasa makanan. Semangka disebut terasa seperti bensin, sedangkan tahu disebut memiliki rasa seperti handbody. Menu tersebut terdiri atas nasi putih, sempol ayam saus Bangkok, tahu bumbu Bali, capcai sawi dan wortel, serta semangka.

Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta keterangan resmi pihak berwenang.

Keamanan Pangan Harus Jadi Prioritas

Awak media menilai evaluasi perlu mencakup kebersihan wadah dan peralatan, kualitas serta masa kedaluwarsa bahan makanan, penyimpanan, air, minyak goreng, kondisi dapur, proses memasak hingga distribusi.

Program MBG dinilai baik untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Namun, makanan gratis tidak boleh berarti standar keamanannya lebih rendah.

Awak media juga menyoroti dugaan dominasi satu pemasok dalam rantai pasok bahan baku. Disebutkan sekitar lima hingga tujuh SPPG di Touna diduga memperoleh sebagian bahan baku dari satu pemasok besar.

Dugaan tersebut dinilai perlu diverifikasi dan diaudit untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam pengadaan.

Tuntutan Evaluasi

Awak media mendorong BGN dan pemerintah pusat melakukan evaluasi sistem, regulasi, pengawasan dan rantai pasok MBG, termasuk audit pelaksanaan MBG di Touna.

Mereka juga meminta tindakan tegas apabila ditemukan kelalaian atau pelanggaran, transparansi hasil pemeriksaan, serta memastikan siswa yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan penanganan medis dan pendampingan.

Awak media memberikan batas waktu 3×24 jam kepada pihak terkait. Jika tidak mendapat respons, mereka menyatakan akan mendorong aksi damai dan audiensi dengan pihak terkait, termasuk Satuan Tugas MBG dan DPRD Kabupaten Tojo Una-Una.

Keselamatan anak harus menjadi prioritas. Program MBG harus memberikan gizi sekaligus keamanan pangan.

Pewarta: Ahmad Tuliabu

banner 336x280