Mengenal Ipuk Fiestiandani: Sang Bunga Desa, Pemimpin Banyuwangi Dua Periode

Berita, Pemerintahan148 Dilihat
banner 468x60

BANYUWANGI — Keberlanjutan pembangunan dan berbagai inovasi pelayanan publik di Kabupaten Banyuwangi kembali berada di bawah kepemimpinan perempuan yang dikenal dekat dengan masyarakat. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., melanjutkan amanah sebagai Bupati Banyuwangi untuk periode 2025–2030.

Gaya kepemimpinan yang humanis dan berorientasi pada pelayanan langsung menjadi salah satu ciri Ipuk selama memimpin Banyuwangi. Sejumlah program yang digulirkannya menitikberatkan pada upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat hingga ke tingkat desa.

banner 336x280

Julukan “Sang Bunga Desa” tidak lepas dari program unggulannya, Bunga Desa atau Bupati Ngantor di Desa. Melalui program tersebut, Ipuk secara langsung mendatangi desa-desa, berdialog dengan masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus melihat persoalan warga di lapangan.

Berbagai persoalan menjadi perhatian, mulai dari pelayanan publik, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, pencegahan anak putus sekolah hingga pemberdayaan UMKM.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah agar kebijakan tidak hanya disusun dari balik meja, tetapi juga berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

Kepercayaan masyarakat terhadap Ipuk tercermin dari perjalanan politiknya dalam dua kontestasi pemilihan kepala daerah.

Pada periode 2021–2025, Ipuk berpasangan dengan Sugirah. Pasangan tersebut memperoleh 438.847 suara atau sekitar 52,4 persen dan kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi pada 26 Februari 2021.

Dalam Pilkada 2024 untuk periode 2025–2030, Ipuk kembali maju, kali ini berpasangan dengan Mujiono. Pasangan tersebut memperoleh 404.366 suara atau 52,11 persen dan unggul di sejumlah kecamatan.

Hasil Pilkada tersebut kemudian berlanjut ke proses hukum setelah adanya sengketa. Mahkamah Konstitusi pada akhirnya menolak permohonan sengketa yang diajukan pihak lawan, sehingga hasil pemilihan tetap berlaku.

Ipuk Fiestiandani lahir pada 10 September 1974. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di IKIP Jakarta pada 1999, kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang Kebijakan Publik Universitas Airlangga, Surabaya.

Pengalamannya juga diperkuat melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas dan program pelayanan publik, termasuk kegiatan di sejumlah negara seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, serta kawasan Eropa.

Ipuk merupakan istri dari Abdullah Azwar Anas, yang pernah menjabat Menteri PANRB pada periode 2022–2024.

## Pengalaman Organisasi dan Penghargaan

Sebelum menjabat sebagai kepala daerah, Ipuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ia pernah menjalankan sejumlah peran organisasi, antara lain sebagai Ketua TP PKK Banyuwangi, Ketua Dekranasda, Ketua Forikan, dan Bunda PAUD.

Sejumlah penghargaan juga pernah diterimanya, di antaranya Manggala Karya Kencana dari BKKBN RI, penghargaan pembinaan kecamatan, Satyalancana Wira Karya bidang kelautan, serta tanda kehormatan Satyalancana Karya Praja Nugraha.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan pengabdiannya di pemerintahan dan masyarakat.

Selain pelayanan publik, perhatian Ipuk juga diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Salah satu kawasan yang menjadi contoh pengembangan wisata berbasis konservasi adalah Bangsring Underwater. Kawasan tersebut berkembang dengan melibatkan masyarakat pesisir, termasuk nelayan, dalam upaya menjaga ekosistem laut sekaligus mengembangkan wisata bahari.

Model tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan kepemimpinan periode keduanya hingga 2030, Ipuk Fiestiandani menghadapi tantangan untuk mempertahankan capaian sekaligus menghadirkan inovasi baru bagi Banyuwangi. Bagi masyarakat, keberlanjutan program dan dampak nyata pembangunan akan menjadi ukuran penting dalam menilai kepemimpinannya.

Sumber: Wikipedia dan informasi yang disampaikan dalam naskah.

banner 336x280