Pertamina Ungkap Alasan Antrean Panjang BBM Subsidi Meningkat di Riau, Pasokan Disebut Naik 27 Persen

Berita, Ekonomi93 Dilihat
banner 468x60

RIAU – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Riau dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengungkap adanya kenaikan konsumsi yang turut memengaruhi pola penyaluran BBM di lapangan.

Sales Area Manager Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, mengatakan Pertamina telah melakukan penyesuaian dan penambahan pasokan untuk merespons peningkatan kebutuhan BBM di Riau.

banner 336x280

Menurut Wilson, kondisi antrean pada April 2026 masih tergolong normal. Namun, kebutuhan BBM mengalami peningkatan pada bulan-bulan berikutnya.

> “Kami perlu sampaikan bahwa kebutuhan daripada BBM ini sudah Pertamina tingkatkan. Kemudian, kita melihat bahwa posisi April 2026 itu kondisi antrean adalah normal dibandingkan dengan bulan-bulan setelah April itu ada peningkatan.”

Pertamina menyebut peningkatan kebutuhan tersebut telah direspons dengan penambahan pasokan. Bahkan, pada Agustus hingga September 2026, pasokan disebut telah berada jauh di atas rata-rata April.

Wilson mengungkapkan, tambahan pasokan tersebut mencapai lebih dari 27 persen dibandingkan rata-rata penyaluran pada April 2026.

> “Posisi Agustus sampai September ini, Pertamina sudah menambah pasokan sampai 27 persen lebih tinggi daripada rata-rata di bulan April. Artinya bahwa kebutuhan ini naik.”

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa peningkatan antrean dan kepadatan di sejumlah SPBU tidak serta-merta menunjukkan berkurangnya pasokan. Pertamina justru menyatakan telah melakukan penambahan distribusi untuk menyesuaikan kebutuhan yang berkembang.

Pertamina menilai peningkatan kebutuhan BBM di Riau tidak hanya dipengaruhi pertumbuhan konsumsi masyarakat. Perubahan pola penggunaan BBM juga disebut menjadi salah satu faktor yang memberikan tekanan terhadap permintaan BBM tertentu, termasuk BBM bersubsidi.

Wilson menyebut terdapat fenomena perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi akibat adanya perbedaan harga atau disparitas harga.

> “Penyebabnya itu adalah kenaikan kebutuhan dan ada juga yang terjadi migrasi yang tadinya menggunakan bahan bakar non-subsidi, ada yang beralih karena disparitas.”

Perubahan pola konsumsi tersebut membuat kebutuhan terhadap BBM bersubsidi ikut meningkat. Kondisi ini pada akhirnya dapat berdampak terhadap distribusi dan antrean di sejumlah SPBU apabila peningkatan permintaan terjadi dalam waktu yang bersamaan.

Selain peningkatan kebutuhan, Pertamina juga menyoroti perubahan harga BBM yang berlaku mulai 1 September 2026.

Menurut Wilson, perubahan harga tersebut berpotensi mendorong sebagian konsumen melakukan perpindahan jenis BBM yang digunakan.

> “Sebagaimana diketahui bahwa per tanggal 1 September kemarin juga ada penyesuaian harga sehingga mungkin masyarakat yang tadinya menggunakan Dexlite ada yang beralih ke Solar.”

Perubahan pilihan konsumen ini menjadi salah satu dinamika yang harus diantisipasi Pertamina dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan di lapangan.

Pertamina memastikan evaluasi penyaluran BBM terus dilakukan berdasarkan perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Koordinasi tidak hanya dilakukan pada tingkat Provinsi Riau, tetapi juga dengan pemerintah dan pihak terkait di kabupaten/kota.

> “Terkait dengan penyaluran ini kami terus melakukan koordinasi bukan hanya di tingkat provinsi tapi juga tingkat kabupaten kota.”

Wilson menegaskan distribusi harus dilihat secara menyeluruh karena karakteristik kebutuhan BBM di setiap daerah berbeda.

> “Karena 12 kabupaten kota juga harus kita lihat bagaimana penyaluran BBM ini bisa berlangsung.”

Dengan meningkatnya kebutuhan dan perubahan pola konsumsi masyarakat, persoalan antrean BBM di Riau kini bukan hanya soal jumlah pasokan. Distribusi yang tepat sasaran, pola konsumsi, disparitas harga, serta perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi menjadi faktor yang perlu diperhatikan secara bersamaan.

Pertamina menyatakan penambahan pasokan dan koordinasi lintas wilayah terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta gangguan pelayanan di SPBU dapat diminimalkan.

banner 336x280