Update Kasus Keracunan MBG di Dumai, Kepala SPPG Dinonaktifkan dan SPPG Disuspend

Berita, Kesehatan307 Dilihat
banner 468x60

DUMAI –  Penanganan dugaan keracunan setelah menyantap hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 013 Buluh Kasap, Kota Dumai, memasuki tahap evaluasi. Sebanyak 40 murid dan satu orang guru sebelumnya dilarikan ke RSUD dr. Suhatman Mars setelah mengalami keluhan kesehatan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru mengambil langkah tegas dengan menangguhkan operasional atau suspend Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah tersebut. Kepala SPPG juga dinonaktifkan sementara.

banner 336x280

Kepala KPPG Pekanbaru, Dr. Syartiwidya, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah penanganan dan evaluasi atas kejadian yang menimpa para siswa dan guru.

“Kami sudah mengambil tindakan tegas berupa men-suspend SPPG dan menonaktifkan kepala SPPG-nya,” kata Syartiwidya.

Menurutnya, pihak KPPG masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab munculnya keluhan kesehatan setelah makanan MBG dikonsumsi.

Dari hasil pendalaman awal, terdapat dugaan bahwa makanan yang menjadi pemicu berasal dari menu bakso, khususnya bahan cabai yang disajikan bersama makanan tersebut.

“Dugaan sementara itu berasal dari cabai baksonya. Tapi untuk pastinya kami masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.

Dengan demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab keracunan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Terkait kondisi para siswa yang sebelumnya menjalani perawatan, Syartiwidya menyampaikan bahwa sebagian besar sudah diperbolehkan kembali ke rumah.

“Kalau untuk anak-anak yang sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit sudah pulang semua, hanya tinggal satu orang lagi,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi pelaksanaan program MBG, khususnya terkait keamanan pangan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Badan Gizi Nasional (BGN) disebut tengah melakukan pembenahan terhadap mekanisme pengawasan penyediaan dan distribusi makanan MBG.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah penggunaan aplikasi yang wajib diisi setiap hari. Pencatatan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari proses pengolahan, kondisi bahan baku, hingga distribusi makanan ke sekolah.

Selain itu, proses pencicipan makanan atau food tasting juga diperketat dengan menerapkan dua lapis pemeriksaan.

Pemeriksaan pertama dilakukan oleh pihak SPPG sebelum makanan dikirimkan. Selanjutnya, pemeriksaan kembali dilakukan ketika makanan telah tiba di sekolah.

“Kemudian juga harus dilakukan pencicipan dua lapis. Baik oleh SPPG dan juga ketika tiba di sekolah. Jadi kalau tiba di sekolah sudah tidak bagus, itu seharusnya tidak boleh didistribusikan lagi,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan keamanan pangan sekaligus menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kota Dumai.

banner 336x280