Wartawan BD Merasa Paling Senior, Singgung Jurnalis Lain Baru “Seumur Jagung”

Berita884 Dilihat
banner 468x60

TOJO UNA-UNA — Sikap wartawan berinisial BD yang dinilai merasa paling senior di dunia jurnalistik menjadi sorotan. BD disebut menyinggung keberadaan wartawan lainnya dengan menyebut mereka baru “seumur jagung” dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Pernyataan bernada senioritas tersebut menuai kritik. Sebab, lamanya seseorang berkecimpung di dunia jurnalistik tidak semestinya dijadikan alasan untuk merendahkan atau mengecilkan kapasitas wartawan lain.

banner 336x280

Ahmad Tuliabu berpendapat, pengalaman dalam dunia jurnalistik memang penting, tetapi senioritas tidak boleh dijadikan alat untuk membangun kesan bahwa seorang wartawan lebih tinggi derajatnya dibandingkan wartawan lainnya.

«“Kalau memang merasa senior, tunjukkan melalui karya dan keteladanan. Jangan karena merasa lebih lama berada di dunia jurnalistik kemudian menganggap wartawan lain baru seumur jagung. Semua wartawan berhak berkembang dan belajar,” ujar Ahmad Tuliabu.»

Menurutnya, wartawan yang lebih senior justru memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh kepada generasi jurnalis yang lebih muda. Perbedaan pengalaman seharusnya menjadi ruang untuk saling berbagi pengetahuan, bukan menjadi alasan untuk saling merendahkan.

“Jurnalistik bukan soal siapa yang paling lama memakai atribut wartawan. Yang terpenting adalah bagaimana menjalankan tugas secara profesional, melakukan verifikasi, menjaga keberimbangan, dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik,” katanya.

Ahmad Tuliabu juga menilai istilah “baru seumur jagung” terhadap wartawan lain tidak semestinya menjadi ukuran kualitas seorang jurnalis.

“Wartawan yang baru memulai karier sekalipun tetap memiliki hak untuk belajar, berkarya dan menjalankan tugas jurnalistik. Jangan mematikan semangat mereka hanya karena persoalan senioritas,” tegasnya.

Di era media digital, kualitas seorang wartawan pada akhirnya dapat dilihat dari karya yang dihasilkan dan bagaimana informasi tersebut dipertanggungjawabkan kepada publik.

Senioritas seharusnya melahirkan keteladanan, bukan kesombongan. Pengalaman seharusnya menjadi ilmu yang dibagikan, bukan alat untuk merendahkan sesama.

Hingga berita ini disusun, pernyataan wartawan BD tersebut masih menjadi bagian dari sorotan dan kritik di kalangan insan pers. BD memiliki hak untuk memberikan klarifikasi maupun tanggapan atas pemberitaan ini.

Ahmad Tuliabu

banner 336x280