JAKARTA – Sebanyak 765 alumni Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dari 19 angkatan mengikuti pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Angkatan (DPA) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL-Lemhannas) masa bakti 2026–2031, Kamis (15/10/2026), di Gedung Dwiwarna Purwa, Jakarta.
Prosesi tersebut dipimpin Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKAL-Lemhannas RI, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU, yang menekankan pentingnya peran alumni dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi pembangunan nasional.
Dalam arahannya, Purnomo mengingatkan bahwa alumni Lemhannas tidak cukup hanya menjadi bagian dari organisasi atau komunitas intelektual. Mereka diharapkan mampu menjembatani berbagai perbedaan dalam masyarakat, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menghadirkan pemikiran kritis dan konstruktif bagi pemerintah maupun masyarakat.
Pengukuhan tersebut turut melibatkan alumni Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 224, termasuk Patrik Tatang, S.E., asal Kota Dumai, Provinsi Riau, yang mengikuti kegiatan sebagai bagian dari keluarga besar IKAL-Lemhannas RI.
Bagi alumni dari daerah, keberadaan IKAL-Lemhannas membuka ruang interaksi dan pertukaran gagasan dengan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, profesional, birokrat, pengusaha, hingga tokoh masyarakat yang memiliki latar belakang pengalaman berbeda.
Keberagaman tersebut menjadi salah satu kekuatan jejaring alumni untuk memperluas perspektif terhadap berbagai persoalan bangsa, termasuk ketahanan ekonomi, pembangunan daerah, dinamika sosial, dan tantangan kebangsaan di tengah perubahan global.
Purnomo Yusgiantoro sendiri merupakan tokoh nasional dengan pengalaman panjang dalam pemerintahan dan kebijakan strategis. Ia pernah menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2000–2009, Menteri Pertahanan periode 2009–2014, serta Wakil Gubernur Lemhannas RI.
Kepemimpinannya dalam IKAL-Lemhannas masa bakti 2026–2031 diharapkan dapat memperkuat peran organisasi sebagai wadah pemikiran strategis yang menghubungkan pengalaman para alumni dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Selain pelantikan dan pengukuhan pengurus angkatan, rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penyerahan surat keputusan, pemasangan pin, dan pengalungan selempang kepada perwakilan pengurus angkatan.
Pada kesempatan yang sama, DPP IKAL-Lemhannas menerima dokumen pengesahan kepengurusan dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum, serta melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan lima perguruan tinggi.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, pelantikan tersebut menandai dimulainya tanggung jawab kepengurusan baru untuk menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan ke dalam kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
Bagi alumni PPNK Angkatan 224, momentum ini sekaligus menjadi kesempatan memperkuat hubungan lintas daerah dan profesi, memperluas wawasan, serta mengembangkan kerja sama dalam menghadapi persoalan pembangunan.
Pada akhirnya, nilai keanggotaan dalam keluarga besar Lemhannas tidak semata-mata terletak pada pengakuan organisasi maupun kesempatan berinteraksi dengan tokoh nasional. Nilai yang lebih mendasar justru terletak pada kemampuan setiap alumni menerapkan pengetahuan, menjaga kerendahan hati, dan mengubah pengalaman menjadi pengabdian yang bermanfaat.
Sebab, ukuran keberhasilan seorang alumni bukan hanya seberapa luas jejaring yang dimilikinya, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikannya kepada masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.













