Angin Puting Beliung Terjang Sungai Geniot, Tiga Rumah dan Satu Warung Rusak

Berita, peristiwa1 Dilihat
banner 468x60

DUMAI – Angin puting beliung menerjang kawasan permukiman warga di Sungai Geniot, Kota Dumai, Jumat (14/8/2026) malam. Bencana yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB tersebut mengakibatkan tiga unit rumah dan satu warung mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Warga bersama aparat setempat langsung bergotong royong membersihkan puing dan melakukan perbaikan sementara terhadap bangunan yang terdampak.

banner 336x280

Ketua RT setempat, Mustakim, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, angin kencang datang secara tiba-tiba dan berlangsung cukup cepat. Sejumlah bagian atap rumah warga bahkan terangkat dan beterbangan akibat kuatnya terpaan angin.

 

“Kejadiannya cepat, sekitar pukul 7 malam. Atap rumah warga banyak yang beterbangan. Kami langsung keluar mengecek kondisi warga,” ujar Mustakim.

Tiga rumah yang terdampak diketahui milik Wahyudianto, Sio Efendi, dan Gunawan. Selain itu, satu warung milik warga juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Wahyudianto, salah seorang pemilik rumah yang terdampak, mengaku sempat panik ketika angin puting beliung menerjang rumahnya.

Saat kejadian, ia bersama keluarganya berada di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras yang membuat penghuni rumah berhamburan keluar.

“Saya lagi di dalam rumah, tiba-tiba suara gemuruh keras seperti ada yang roboh. Saya keluar, sudah lihat atap rumah sudah bolong besar dan terbang berhamburan ke mana-mana. Anak-anak saya menangis ketakutan,” tuturnya.

Meski mengalami kerusakan dan trauma akibat kejadian tersebut, Wahyudianto bersama dua pemilik rumah lainnya bersyukur seluruh anggota keluarga selamat.

Warga kemudian membantu memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Aliran listrik di sekitar rumah yang terdampak juga diamankan untuk mengantisipasi kemungkinan korsleting.

Mustakim memperkirakan total kerugian akibat kejadian tersebut berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap rumah. Kondisi tersebut membuat sejumlah penghuni rumah harus mengungsi sementara ke rumah kerabat hingga bagian bangunan yang rusak dapat diperbaiki.

Warga pun bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Sejumlah warga membawa tangga, paku, terpal, serta peralatan lainnya untuk membantu memperbaiki bagian rumah yang rusak.

“Saya lihat warga sangat sigap. Semua saling bantu, ada yang bawa tangga, paku, terpal. Ini bentuk kekeluargaan kami di sini,” kata Mustakim.

Hingga Sabtu (15/8/2026), tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.

Pihak kelurahan dan kecamatan disebut telah melakukan pendataan terhadap rumah dan bangunan yang terdampak sebagai bahan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemberian bantuan kepada warga yang mengalami kerusakan.

Warga yang rumahnya terdampak masih melakukan perbaikan secara bertahap dengan mengandalkan bantuan keluarga dan masyarakat sekitar.

Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan deras yang disertai angin kencang.

Masyarakat diimbau mengamankan benda-benda yang mudah terbawa angin, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, serta segera mencari tempat aman apabila terjadi angin kencang.

Hingga kini, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif. Semangat gotong royong warga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pembersihan dan pemulihan rumah yang terdampak.

banner 336x280