Gudang Diduga Jadi Mata Rantai Suplai PETI di KHS Kuansing, Iqbal Fauzi alias Sibar Bungkam Saat Dikonfirmasi

Berita148 Dilihat
banner 468x60

KUANTAN SINGINGI – Pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali menghadapi sorotan. Kali ini, perhatian tidak hanya tertuju kepada aktivitas penambangan di lapangan, tetapi juga mengarah kepada dugaan mata rantai suplai peralatan PETI di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang (KHS).Senin (30 Agustus 2026)

Informasi yang diterima media ini mengarah kepada sebuah rumah di wilayah Kecamatan Kuantan Hilir Seberang (KHS) yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan atau gudang peralatan yang berkaitan dengan aktivitas PETI. Rumah tersebut disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan Iqbal Fauzi alias Sibar.

banner 336x280

Dugaan tersebut semakin menjadi perhatian setelah media ini menerima sejumlah foto yang memperlihatkan sebuah mobil Colt Diesel berwarna kuning berada di lokasi dan diduga sedang melakukan pembongkaran barang-barang yang disebut sebagai peralatan pendukung PETI.

Namun demikian, foto tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan siapa pemilik barang, siapa pemilik kendaraan, maupun untuk kepentingan apa barang tersebut didatangkan. Karena itu, konfirmasi kepada pihak yang disebut menjadi bagian penting untuk memastikan fakta sebenarnya.

Ditanya Soal Rumah dan Aktivitas Bongkar Barang, Sibar Belum Memberikan Jawaban

Awak media kemudian berupaya meminta klarifikasi langsung kepada Iqbal Fauzi alias Sibar terkait informasi tersebut.

Konfirmasi disampaikan secara terbuka, termasuk menanyakan apakah rumah yang terlihat dalam foto tersebut benar merupakan rumah miliknya.

“Izin konfirmasi, berdasarkan foto yang saya terima, apakah benar ini rumah Bapak? Dalam foto tersebut terlihat mobil Colt Diesel warna kuning sedang melakukan pembongkaran barang-barang yang diduga merupakan peralatan PETI. Mohon penjelasannya,” demikian inti pertanyaan yang disampaikan awak media.

Namun hingga berita ini disusun, Iqbal Fauzi alias Sibar belum memberikan jawaban maupun klarifikasi atas pertanyaan tersebut.

Sikap belum memberikan tanggapan tersebut tentu belum dapat dimaknai sebagai pengakuan atas dugaan yang beredar. Media ini tetap memberikan ruang kepada yang bersangkutan untuk menjelaskan fakta sebenarnya.

PETI Bukan Sekadar Soal Mesin, Jalur Suplai Juga Perlu Diusut

Persoalan PETI sejatinya tidak hanya berkaitan dengan pekerja dan mesin dompeng yang beroperasi di sungai. Aktivitas tersebut juga membutuhkan berbagai mata rantai, mulai dari peralatan, modal, transportasi hingga distribusi kebutuhan operasional.

Karena itu, apabila benar terdapat tempat di wilayah KHS yang digunakan sebagai lokasi penyimpanan atau distribusi peralatan PETI, informasi tersebut patut ditelusuri secara serius.

Siapa pemilik barang yang dibongkar? Dari mana asal barang tersebut? Siapa yang memesan? Siapa penerimanya? Untuk kegiatan apa peralatan tersebut digunakan? Dan apakah ada pihak yang secara rutin memasok kebutuhan peralatan ke lokasi PETI?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk mengurai rantai aktivitas PETI secara menyeluruh.

Jangan sampai penindakan hanya berhenti pada pekerja lapangan dan mesin yang beroperasi di sungai, sementara pihak yang diduga menyediakan peralatan maupun menopang aktivitas tersebut tidak tersentuh.

Aparat Diminta Telusuri Sampai ke Hulu

Jika informasi mengenai dugaan gudang atau tempat penyimpanan peralatan PETI di wilayah KHS tersebut benar, aparat penegak hukum diharapkan melakukan penelusuran berdasarkan bukti dan kewenangan hukum.

Pengusutan idealnya tidak hanya melihat siapa yang berada di lokasi tambang, tetapi juga menelusuri asal-usul peralatan, jalur distribusi, pemilik kendaraan, penerima barang, serta kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas PETI.

Sebab, memberantas PETI secara serius bukan sekadar mengamankan mesin dari sungai.

Mata rantainya harus dibongkar dari hulu hingga hilir.

Media ini menegaskan bahwa informasi mengenai Iqbal Fauzi alias Sibar dan dugaan gudang tersebut masih merupakan informasi yang memerlukan verifikasi serta pembuktian lebih lanjut. Tidak ada kesimpulan bahwa yang bersangkutan terlibat dalam aktivitas PETI sebelum terdapat bukti yang cukup dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Iqbal Fauzi alias Sibar maupun pihak-pihak lain yang merasa keberatan atau memiliki informasi berbeda.

Kini publik menunggu langkah aparat: apakah dugaan mata rantai suplai PETI di KHS akan ditelusuri sampai ke sumbernya, atau kembali berhenti pada pekerja dan mesin di lapangan? (Zul Efendi)

banner 336x280