Peduli Dampak Kabut Asap, PT SBL Salurkan Bantuan Masker ke DLH Kuansing

Berita, Lingkungan213 Dilihat
banner 468x60

KUANTAN SINGINGI — Kepedulian terhadap masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap di Provinsi Riau ditunjukkan PT SBL. Perusahaan tersebut menyalurkan bantuan masker kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.senin 31 Agustus 2026

Bantuan masker tersebut diserahkan secara langsung oleh perwakilan PT SBL, Arpison, yang lebih dikenal dengan sapaan Picon, kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi.

banner 336x280

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah daerah dalam menghadapi dampak kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti sejumlah wilayah di Kuansing.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, kondisi udara di Kuansing memang sempat berada dalam kategori tidak sehat. Pada Jumat, 28 Agustus 2026, data pemantauan DLH Kuansing menunjukkan angka ISPU di sejumlah wilayah berada pada rentang 104 hingga 151, yang masuk kategori tidak sehat. Kecamatan Cerenti tercatat memiliki rentang tertinggi, yakni 119–151, disusul Perhentian Luas 120–142 dan Pangean 121–141.

Kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kuansing bahkan telah menetapkan status siaga darurat bencana akibat dampak kabut asap karhutla pada 27 Agustus 2026.

Tidak hanya itu, memburuknya kualitas udara juga membuat Pemkab Kuansing mengambil langkah untuk melindungi peserta didik. Pembelajaran dari rumah diperpanjang hingga 1 September 2026 menyusul kondisi udara yang dinilai kurang baik bagi kesehatan.

Dampak kabut asap juga menjadi perhatian serius di tingkat Provinsi Riau. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 1.960 kasus ISPA di sepuluh kabupaten/kota selama periode 19–26 Agustus 2026, yang berkaitan dengan penurunan kualitas udara akibat kabut asap dan karhutla.

Sementara itu, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Riau diduga berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di sejumlah wilayah mengalami penurunan dan masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Melalui bantuan masker tersebut, PT SBL berharap dapat ikut meringankan dampak yang dirasakan masyarakat sekaligus mendukung langkah pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kabut asap.

Perwakilan PT SBL, Arpison alias Picon, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan di tengah situasi udara yang kurang sehat.

Bantuan tersebut selanjutnya diterima oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi untuk dimanfaatkan dalam mendukung penanganan dampak kabut asap di wilayah Kuansing.

Langkah PT SBL ini sekaligus menjadi contoh bahwa dunia usaha dapat mengambil bagian dalam membantu pemerintah dan masyarakat ketika terjadi persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas warga.

Di tengah kondisi kabut asap yang masih menjadi perhatian, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting agar upaya perlindungan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara bersama-sama.(zul efendi)

banner 336x280