DUMAI – Abdul Kadir Jailani (AKJ) semakin memperkuat langkahnya dalam kontestasi perebutan kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai. Rabu (19/8), AKJ resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Dumai dengan diantar langsung perwakilan dari 37 cabang olahraga (cabor).
Kehadiran puluhan pengurus cabor tersebut menjadi sinyal kuat dukungan terhadap AKJ yang saat ini dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Kota Dumai. Dukungan itu sekaligus menjadi modal penting bagi AKJ menghadapi Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) KONI Dumai.
Usai menyerahkan formulir pendaftaran, AKJ menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan para pengurus cabor. Ia menilai dukungan tersebut bukan sekadar kekuatan dalam kontestasi, melainkan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata untuk kemajuan olahraga Dumai.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua Umum KONI Kota Dumai. Saya datang bersama teman-teman dari cabang olahraga dan dukungan dari 37 cabor. Ini tentu menjadi sebuah amanah dan tanggung jawab bagi saya,” ujar AKJ.
Menurutnya, pencalonan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi. Momentum Muskotlub diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi serta meningkatkan kualitas pembinaan atlet di Kota Dumai.
AKJ menegaskan pentingnya menjaga kekompakan seluruh insan olahraga. Ia ingin pembinaan atlet dilakukan secara lebih terarah sehingga potensi yang dimiliki Dumai dapat berkembang dan menghasilkan prestasi lebih baik.
“Paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun KONI Dumai. Kita ingin seluruh cabor bisa berjalan dengan baik, pembinaan atlet semakin bagus dan prestasi olahraga Kota Dumai ke depan bisa lebih meningkat,” katanya.
Ia juga berkomitmen membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan seluruh pengurus cabor. Menurutnya, KONI harus hadir sebagai wadah bersama yang mampu menampung aspirasi dan membantu mencarikan solusi atas berbagai persoalan cabang olahraga.
“Ke depan kita ingin KONI ini menjadi rumah bersama. Tidak ada lagi jarak antara KONI dengan cabor. Apa yang menjadi persoalan, apa yang menjadi kebutuhan cabor, mari kita komunikasikan dan selesaikan bersama,” ujarnya.
Selain pembenahan internal organisasi, AKJ juga mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah maupun dunia usaha.
Salah satu gagasan yang disiapkannya adalah program bapak angkat cabor. Program tersebut diharapkan dapat membuka dukungan yang lebih luas bagi pembinaan atlet dan membantu memenuhi kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Dengan pola tersebut, pembinaan tidak hanya bergantung pada sumber pendanaan organisasi, tetapi juga dapat melibatkan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga di Kota Dumai.
Pengembalian formulir menjadi salah satu tahapan penting menuju pelaksanaan Muskotlub KONI Kota Dumai. Forum tersebut nantinya menjadi bagian dari proses pemilihan dan penetapan Ketua Umum KONI Dumai secara definitif.
Dengan dukungan 37 cabor yang mengantarnya secara langsung, AKJ mengaku optimistis mengikuti seluruh tahapan kontestasi. Namun, ia tetap menyerahkan proses pemilihan kepada mekanisme organisasi.
“Dengan dukungan yang ada, tentunya kita optimis. Kita akan mengikuti semua proses dan tahapan yang ditetapkan. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita bersama bisa terwujud dan kita bisa memenangkan kontestasi ini,” tegasnya.
Meski memiliki dukungan besar, AKJ mengingatkan agar dinamika pemilihan tidak sampai memecah persatuan insan olahraga Dumai. Baginya, siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu membawa KONI menjadi organisasi yang lebih solid.
“Siapa pun nanti yang terpilih, yang paling utama adalah bagaimana olahraga Dumai semakin maju dan atlet-atlet kita bisa berprestasi. Kita ingin KONI ke depan lebih solid dan membawa nama baik Kota Dumai,” demikian AKJ.













