Warga Blokir Jalan Lintas Bagan Batu–Tanjung Medan, Protes Debu dan Minimnya Penyiraman

Berita, Lingkungan318 Dilihat
banner 468x60

ROKAN HILIR – Puluhan warga Dusun Murini Simpang Joko dan Simpang Acong, Kepenghuluan Persiapan Murni Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir, melakukan pemblokiran jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi ruas jalan yang dipenuhi debu.

Aksi tersebut berlangsung di ruas jalan lintas Bagan Batu–Tanjung Medan, Selasa (18/8/2026). Warga menilai kepulan debu semakin mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat, terlebih setelah badan jalan baru saja digrader.

banner 336x280

Menurut warga, debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan menjadi persoalan serius karena ruas tersebut berada di kawasan yang cukup padat penduduk. Rumah-rumah warga yang berada di sepanjang jalan disebut turut terdampak.

Sehari sebelum aksi, warga telah menyampaikan imbauan kepada perusahaan serta pemilik ram atau peron sawit yang menggunakan ruas jalan tersebut.

Dalam imbauan itu, warga meminta para pengemudi mengurangi kecepatan kendaraan ketika melintas serta mendorong dilakukannya penyiraman jalan sebanyak tiga kali sehari.

Tak hanya persoalan kenyamanan, warga juga meminta adanya perhatian terhadap masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan debu, termasuk bantuan biaya obat bagi warga yang mengalami keluhan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Warga menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons, mereka akan melakukan penyiraman jalan secara swadaya. Mereka juga menyatakan akan menghentikan sementara kendaraan perusahaan maupun ram yang melintas ketika proses penyiraman berlangsung.

“Masyarakat: Siram! Siram! Siram!” demikian seruan warga dalam pernyataan yang disampaikan.

Salah seorang warga, Ismail Siregar, membenarkan aksi pemblokiran jalan tersebut. Ia menyebut hingga kini belum terlihat solusi konkret dari pihak perusahaan maupun pengusaha ram atau peron sawit terkait persoalan debu.

Menurut Ismail, kondisi semakin parah setelah badan jalan digrader. Material jalan yang masih kering membuat debu mudah beterbangan ketika dilintasi kendaraan.

“Untuk kawan-kawan yang melintas dari Simpang Pujud ke Tanjung Medan, mohon maaf perjalanan saat ini terhambat karena jalan digrader oleh perusahaan dan mengakibatkan banyak debu di kawasan yang ramai penduduk,” ujar Ismail.

Ia berharap para pengemudi yang melintas dapat bersabar dan mengurangi kecepatan kendaraan sembari menunggu adanya penyiraman jalan.

Ismail juga meminta agar penyiraman segera dilakukan sehingga debu tidak terus masuk ke rumah-rumah warga.

“Diharapkan kepada sopir-sopir agar bersabar sejenak, menunggu penyiraman jalan agar debu tidak mengenai rumah-rumah masyarakat. Sampai saat ini belum ada kejelasan siapa yang akan menyiram jalan ini,” katanya.

Aksi tersebut menjadi bentuk keresahan warga terhadap kondisi jalan yang dinilai membutuhkan penanganan segera. Warga berharap perusahaan maupun pihak terkait dapat memberikan solusi agar aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan serta kesehatan warga di sekitar ruas jalan.

Sumber: RiauAkses

banner 336x280