Cegah Karhutla, Mabes TNI Turun ke Hulu Kuantan: “Tak Ada Alasan Bakar Lahan”

Berita, Lingkungan110 Dilihat
banner 468x60

KUANTAN SINGINGI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, mendapat perhatian serius. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI turun langsung ke tengah masyarakat Kecamatan Hulu Kuantan untuk memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Penyuluhan digelar di Aula Kecamatan Hulu Kuantan, Senin (31/8/2026), dan diikuti sekitar 100 peserta. Mereka berasal dari unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Hulu Kuantan, pelaku usaha perkebunan, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.

banner 336x280

Kegiatan dipimpin Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Kes Endro Utomo, bersama enam personel. Kehadiran tim tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan perintah Panglima TNI sebagai tindak lanjut instruksi Presiden untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Plh. Camat Hulu Kuantan, Eka Handayani, S.E., mengapresiasi kehadiran Tim Penyuluh Mabes TNI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Kehadiran Tim Mabes TNI merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat. Pemerintah Kecamatan Hulu Kuantan siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan penanganan Karhutla,” ujar Eka.

Ia mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik lahan, agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

Selain berpotensi memicu bencana dan kerusakan lingkungan, praktik pembakaran lahan juga dapat membawa konsekuensi hukum sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.

Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kolonel Kes Endro Utomo menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda penyampaian materi.

Menurutnya, penyuluhan merupakan bagian dari upaya membangun kembali kesadaran masyarakat bahwa pencegahan Karhutla harus dilakukan sejak dini.

“Penyuluhan ini bukan untuk menggurui, karena kita semua sudah memahami bahwa Karhutla harus dicegah. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Materi kemudian disampaikan Letkol Laut Sigit, yang membahas berbagai aspek mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan hingga langkah penanggulangan apabila terjadi Karhutla.

Sesi penyuluhan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta terlihat aktif menyampaikan pertanyaan mengenai kondisi dan langkah penanganan kebakaran di wilayah masing-masing.

Danramil 08/Kuantan Mudik Kapten Inf Aprison turut memberikan penegasan. Ia menyampaikan bahwa tidak ada alasan bagi pelaku usaha perkebunan, pemilik kebun maupun masyarakat untuk membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Pesan tersebut menjadi penting mengingat pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan respons aparat ketika api sudah muncul. Pengawasan dan kepedulian harus dimulai dari tingkat masyarakat dan pengelola lahan.

Kapolsek Hulu Kuantan AKP Padunuan Aris Suranta, S.H., M.H., juga mengajak seluruh pihak mendukung program pencegahan Karhutla.

“Mari kita semua mendukung program ini. Kepada para pelaku usaha perkebunan agar menyediakan fasilitas pemadam serta tenaga yang memadai sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan apabila terjadi kebakaran,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pelaku usaha perkebunan turut menunjukkan kesiapan sarana pemadaman yang dapat digunakan untuk mendukung penanggulangan Karhutla.

Di antaranya PT Udaya Lohjinawi, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Hulu Kuantan, serta PT Tamora Agro Lestari (TAL) yang bergerak di bidang pengolahan sawit.

Kesiapan sarana dan personel menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki aktivitas perkebunan dan lahan yang cukup luas.

Penyuluhan tidak berlangsung kaku. Kolonel Kes Endro Utomo memberikan sejumlah pertanyaan atau kuis kepada peserta terkait materi Karhutla.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan. Peserta yang mampu menjawab dengan tepat mendapatkan hadiah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada masyarakat dan ditutup dengan foto bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla bukan persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab TNI, Polri atau pemerintah.

Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemilik lahan, pemerintah desa, pelaku usaha perkebunan hingga aparat penegak hukum.

Pesannya sederhana tetapi penting: jangan menunggu api muncul untuk bergerak.

Menjaga hutan dan lahan berarti menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian, serta masa depan generasi berikutnya. Karena itu, pencegahan Karhutla harus menjadi komitmen bersama dan dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika musim kebakaran tiba.

banner 336x280